Nenek Dijambret | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Ada seorang Nenek, saat ia turun dari sebuah bus umum, kalung emas di lehernya telah ditarik paksa dari belakang oleh seorang pencuri.

Sesudah aksinya berhasil, pencuri itu segera melarikan diri. Pada saat itu, Nenek berkata: “Ya Allah, kalung palsu yang tak bernilai pun masih ada orang yang mau mencurinya.”

Mendengar perkataan ini, si pencuri memaki-maki satu dua patah kata, lalu melemparkan kalung emas itu ke lantai.

Menunggu pencuri itu telah berlari agak jauh, si Nenek segera memungut kalung itu dan berkata: “Anak jadah! Masa Mbokmu sampai mengenakan barang palsu? Kamu kira Mbokmu ini siapa?”

Janji Mengambilkan Rembulan | cerita Lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Seorang istri minta pertanggung-jawaban suaminya: “Saat kita berdua sedang pacaran, kamu pernah janji kepadaku, jika aku jadi kawin dengan dirimu, bila aku menginginkan rembulan di langit, kamu juga akan berusaha mengunduhnya untukku. Sekarang aku sudah kawin dengan kamu, tetapi rembulan yang dulu kamu janjikan itu sekarang di mana?”

Suami berkata: “Bukannya aku hendak mengingkari janji, bukannya aku tak mau mengunduhkannya untukmu. Masalahnya ialah, rembulan itu selalu muncul pada malam hari, sedangkan setiap hari petang tiba kamu selalu tak memperkenankan diriku keluar rumah.”

Veteran Perang Dunia | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com –  Sementara seorang putri yang berusia enam tahun dan ayahnya sedang meninjau beberapa foto lama, mereka menemukan sebuah foto dirinya ketika ia menjadi kapten di Cadangan Angkatan Darat.

“Ayah ikut perang?”

“Ya,” pria itu berbohong, hanya untuk melihat bagaimana reaksi anaknya.

Mata terbelalak, ia terkesiap, “Dengan planet mana?”

Nasib Kisah Cinta di Indonesia | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Jakarta, suatu sore hari biasa, pukul 5.30.

Ia yang telah putus cinta selama beberapa hari tiba-tiba menerima telepon dari mantan ceweknya: “Aku sekarang berada di Bandara Soekarno-Hatta. Masih 2 jam lagi pesawat akan tinggal landas. Bila kamu segera datang kemari, aku tak jadi berangkat.” Mantan cewek akhirnya berketetapan sebelum terbang ke Amerika akan memberinya kesempatan yang terakhir.

Ia segera meletakkan pekerjaan yang ada di tangan, “I love you, tunggulah aku!” katanya dengan tegas.

2 jam kemudian, si cewek telah terbang, sedangkan ia masih macet di Jalan Thamrin.

Membantu Orangtua Mencari Penghasilan Tambahan | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Putri: “Daddy, aku sekarang sudah bisa membantu Daddy mencari penghasilan tambahan.”
Bapak: “O, Upikku yang manis, tunggu kamu sudah tumbuh dewasa, barulah nanti membantu Daddy mencari penghasilan tambahan.”
Putri: “Tidak, aku sekarang pun sudah bisa bantu mencari uang. Lihatlah ini, hasilnya sudah ada di depan mata.”
Bapak: “O, uang sebanyak 20 sen, dari mana kamu memperoleh uang ini?”
Putri: “Ini adalah hasil aku menjual selongsong pasta gigi.”
Bapak: “Lho, itu pasta gigi yang baru saja kubeli di mal.”
Putri: “Pastanya sudah kupencet keluar dan kubuang ke dalam tong sampah.”
Daddy: “…???”

Menanyakan Tempat Lahir | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Yohan: “Bu, aku dilahirkan di mana?”

Ibu: “Di New York.”

Yohan: “Bu, Ibu dilahirkan di mana?”

Ibu: “Aku dilahirkan di Paris.”

Yohan: “Lalu Daddy dilahirkan di mana?”

Ibu: “Daddymu dilahirkan di Berlin.”

Yohan: “Sungguh aneh bin ajaib! Kita dilahirkan di 3 tempat, kemudian kok bisa tinggal bersama di sini?”

Musim Dingin Tanpa Jaket | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Seorang guru memperingatkan kelas tentang bahaya cuaca musim dingin dan mengajari agar benar dalam berpakaian.

“Ada satu anak laki-laki,” katanya, “yang begitu bersemangat untuk pergi keluar dan bermain dengan kereta luncur dan ia tidak memakai jaket atau syal. Dia kedinginan, dingin menyebabkan pneumonia… dan ia sakit selama dua minggu!”

Guru berhenti untuk menyimpulkan moral dari cerita ini, ketika ada suara kecil di kelas bertanya, “Apa yang terjadi dengan kereta luncurnya?”

Pidato Ketua Serikat Buruh | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Sesudah mengucapkan pidato yang panjang lebar, ketua Serikat Buruh menutup pidatonya dengan kalimat di bawah ini untuk menunjukkan pidatonya sudah mencapai titik klimaksnya: “Saudara-saudaraku yang terhormat, marilah kita tahun ini bekerja lebih baik lagi daripada tahun depan!”

Seluruh ruangan rapat terdengar suara tawa yang tak terkendali, bahkan ada yang sampai pingsan.

Pembagian Tugas Suami Isteri | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Suami: “Pekerjaan rumah tangga jika kita bagi-bagi bagaimana?”
Istri: “Baik. Aku setuju. Pertama, pekerjaan yang kotor dan meletihkan, kamulah yang mengerjakannya, misalnya menukar tabung Elpiji, menggosok kaca jendela, membersihkan toilet..”
Suami: “Baiklah.”
Istri: “Kamu dulu waktu kuliah kan belajar jurusan sains dan teknologi, benda-benda yang ada hubungannya dengan elektronik sudah tentu giliranmu yang mengerjakannya, misalnya mereparasi komputer dan teve, mengotak-ngatik mesin cuci, kulkas, periuk nasi elektrik, setrika listrik…”
Suami: “Betul!”
Istri: “Kaum lelaki harus mengurus urusan luar rumah tangga, dan kaum wanita harus mengurus urusan dalam rumah tangga. Pekerjaan yang berhubungan dengan orang luar, semuanya kamulah yang mengerjakannya, misalnya membeli sayur, menyetor biaya listrik dan air, mengambil koran dan susu…”
Suami: “Kalau begitu, pekerjaanmu apa?”
Istri: “Masih ada lagi, di dalam dapur asap minyak agak besar, ia bisa merusak kulit. Lihatlah tanganku ini. Maka itu selanjutnya yang menanak nasi dan memasak sayur juga harus kamu.”
Suami: “Kalau begitu, kamu sendiri kerjanya apa?”
Istri: “Sudah tentu pekerjaanku banyak juga, misalnya aku bisa mendampingimu, mengawasi dirimu dan sewaktu-waktu memberi semangat kepadamu…”

Mengerjai Pramugari Pesawat | cerita lucu

CeritaLucu.ilmci.com – Di atas pesawat, seekor burung nuri berkata kepada pramugari: “Berilah kakekmu secangkir air minum.”

Seekor babi kecil juga berkata kepada pramugari dengan meniru nada burung nuri: “Berilah kakekmu secangkir air minum.”

Pramugari marah besar, ia segera mencengkam dan melemparkan burung nuri dan babi kecil itu ke luar kabin pesawat. Justru pada saat itu, burung nuri itu berkata kepada si babi kecil:

“Aduh, kamu ini bodoh banget, kakekmu kan tidak bisa terbang, hehehehe…”